Pertama kali mendapat informasi workshop pembuatan keju, saya langsung mengajak anak kedua saya ( Syafiqa ) untuk ikut acara tersebut . Karena memang Syafiqa yang paling berminat dengan kegiatan masak-memasak. Syafiqa kebetulan saat ini homescholing. Dirumah, kami punya kurikulum fun cooking. Jadi pass banget kan, sekalian kami bisa outing ke mall hehe.
Syafiqa kemandirian nya lebih cepat dibandingkan mamas nya saat seusianya. Anaknya gigih untuk mencoba. Dari pakai sepatu, syafiqa mencoba sendiri, nggk mau dibantu.
Review Materi Melatih Kemandirian Anak
Alhamdulillah sudamua ilmu yang masuk ke review materi dan hasil praktek para peserta kelas Bunda Saayang IIP. Namun bukan berarti selesai untuk mempraktekan semua ilmu yang sudah didapat tetap lanjut agar konsisten.
Berikut Review yang disampaikan bu Septi dan Tim fasilitator
Sekali lagi KONSISTENSI masih diperlukan di tahap bunda sayang ini, karena Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus menerus melakukan sesuatu sampai tercapai tujuan akhir.
Menyiapkan perlengkapan sekolah juga termasuk pada menyimpan barang barang nya kembali ke tempatnya.
Membiasakan merapihkan mainan sendiri setiap selesai bermain. Dan tidak mengambil mainan yang baru sebelum mainan yang lain dibereskan.
Rutinitas pagi sering kali heboh, apalagi sambil melatih kemandirian syahmi. Ketika jam sudah melewati batas seharusnya berangkat dan syahmi masih bersantai.
Masih tentang toilet training Syafiqa. Kelihaian seorang ibu untuk bisa Melihat tanda tanda "panggilan alam" anak yang sedang toilet training.
Umi... Syahmi mau ngepell ya. Baru mau ikut tiduran nemenin syafiqa, bangun dulu deh daripada tambah rame dan akhirnya syafiqa bisa ikutan bangun.
Membersamai syafiqa ( 2 thn ) toilet training sebenarnya ada perasaan bersalah. Karena sesuatu hal ( faktorr umi nya hiks, maafkan nak) jadi agak terlambat bila dibandingkan mamas nya di usia yang sama.
Dari kemarin Syafiqa batuk pilek lumayan rewel, ditambah cuaca dingin dan hujan.... huaaa tantangan banget untuk Toilet training nya. Setelah bocor 3 kali dan si Umi juga agak kurang fit akhirnya pakai diapers.
Tapi meskipun pakai diapers, untuk Pup nya Syafiqa sudah bisa kasih tau uminya. Dengan memasang wajah mulas dan tangan memegang celana... "umi....e** e** e**
Pinterr...hehe.
Mari kita mulai praktek langsung ilmu yang sudah didapat dari kelas bunda sayang IIP. Dari materi kedua yaitu Melatih kemandirian Anak.
Untuk Syafiqa yang bulan maret nanti masuk usia 2 tahun, saya akan fokus dengan Toilet Trainingnya yang belum tuntas. Sekitar 60 persen, siang sudah tidak pakai diapers tapi masih perlu di ingatkan dan diajak ke kamar mandi untuk pipis. Untuk Pup sudah memberi tahu dan di wc, semoga konsisten... sehingga bisa full lepas diapers.
nstitut Ibu Profesional
Materi Bunda Sayang Sesi #2
MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?
Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.
Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.
Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.
Materi Bunda Sayang Sesi #2
MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?
Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.
Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.
Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.








